
Bukittinggi, Sabtu 14 Februari 2026. Perjalanan mencari ilmu tidak melulu soal teori, tapi tentang melihat langsung keberhasilan di atas tanah.

Tim wpc berada di kamang magek, mengunjungi hamparan hijau yang dikelola oleh pak yudhistira alin.
Di sini, alam dikelola dengan harmoni. Konsep tumpang sari antara kopi dan alpukat bukan sekadar efisiensi lahan, melainkan simbiosis yang saling menguntungkan. Pak yudhistira membuktikan bahwa lahan kaum bisa menjadi motor ekonomi jika dikelola dengan ketekunan dan teknik yang tepat.
Mulai dari pengaturan jarak tanam, manajemen naungan, hingga pemilihan varietas unggul—setiap detail di kebun ini menjadi pelajaran berharga bagi kita.
Studi tiru ini adalah langkah awal. Apa yang tumbuh subur di kamang magek, akan kita adaptasi dan semaikan di palupuh. Kita membawa semangat yang sama: “mengubah potensi lahan di palupuh menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui komoditas kopi dan alpukat”.

“Belajar dari yang terbaik, untuk menjadi yang terbaik. Dari kamang magek untuk masa depan hijau di palupuh”.