Hubungi Kami

Ingin bersinergi dengan kami atau berkonsultasi mengenai aset wakaf di lingkungan Anda?

Kunjungi

Audiensi Wakaf Produktif Center dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi: Memperkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Bukittinggi, Kamis 18 Juni 2026 — Audiensi Wakaf Produktif Center (WPC) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka memperkenalkan program dan kegiatan wakaf produktif. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi lembaga WPC dan intansi pemerintah serta membuka akses kerjasama demi optimalisasi manfaat wakaf untuk kemajuan ekonomi umat.

WPC mengelola total lahan wakaf seluas 7 hektar yang terletak di Jorong Bateh Gadang, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Saat ini 3 hektar telah ditanami dengan pola tanam tumpang sari yang melibatkan komunitas setempat, dengan komoditas antara lain kopi dan alpukat. Selain itu, sedang dilaksanakan pengeboran untuk lahan 1 hektar yang direncanakan akan ditanami tanaman perkebunan dan tumpang sari.

Sejak berdiri dua tahun lalu, WPC mengusung konsep “dari umat untuk umat” dengan fokus menjadikan wakaf produktif sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat. Sehubungan dengan program Wakaf Produktif Center, yang bergerak di bidang perwakafan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Dalam Audiensi tersebut dihadiri oleh beberapa Struktur kepengurusan WPC, dan diantara pengurus tersebut merupakan orang-orang ahli dibidangnya serta mereka yang secara tidak langsung menjalankan dan mengawasi kemajuan dan pengelolaan lembaga agar terus berinovasi serta memajuan wakaf produktif center sebagai berikut:

Anggota Pembina: Yuridarsan, (Kepala KUA Guguk Panjang)

Pengawas : Syarifuddin, S.Ag (Kepala KUA MKS)

Ketua Lembaga : Fauzan Azim,S.HI, M.E (Penghulu MKS).

Sekretaris lembaga : Dr Ahmad Hamidi,M.A (Penyuluh KUA Guguk Panjang).

Direktur : H. Randy Ade Putra,S.E

Divisi Operator media sosial & Publikasi : Eka Sri Melati,S.Sos

Koordinator surat menyurat : Rahma Dona Fitri.

Koordinator lapangan dan pengawas lahan: Fauzan, yang juga sekaligus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

WPC saat ini menjalankan berbagai program pemberdayaan berbasis pengelolaan lahan wakaf, antara lain:

Pengembangan kebun kopi dan alpukat oleh komunitas tani lokal.

Penerapan sistem tumpang sari untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Pengembangan infrastruktur melalui pengeboran lubang tanam untuk mempercepat pengerjaan  lahan tanam dan sekaligus efisiensi waktu dan tenaga kerja dilapangan.

WPC menegaskan komitmen kuat untuk melaksanakan program-program yang telah disusun sesuai visi dan misi, yakni menjadikan wakaf produktif sebagai pilar kemajuan ekonomi umat serta sumber amal jariyah bagi para wakif, nazir, Donatur dan seluruh pihak yang berperan.

Bapak Dr. H. Irwan, M.Ag  selaku Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi menyambut baik inisiatif Wakaf Produktif Center yang memanfaatkan lahan wakaf untuk pemberdayaan ekonomi umat. Program yang berfokus pada pengembangan tanaman perkebunan dan sistem tumpang sari menunjukkan potensi peningkatan pendapatan komunitas dan ketahanan pangan lokal,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama. “Kami mendukung penuh upaya ini dan akan memfasilitasi koordinasi serta pembinaan teknis melalui jaringan KUA dan mitra terkait agar pengelolaan wakaf berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.”

Dalam audiensi tersebut, pihak Kemenag menyatakan kesiapan memfasilitasi jalur kerjasama dengan elemen terkait di bawah naungannya supaya pengelolaan wakaf dapat berjalan tepat sasaran dan berdampak luas bagi umat. Dukungan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi teknis, pembinaan, serta akses ke sumber daya dan jaringan yang relevan.

Ketua Wakaf Produktif Center, Fauzan Azim menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag Kota Bukittinggi dan berharap sinergi yang terjalin dapat mempercepat realisasi program, memperluas manfaat sosial-ekonomi, serta menjamin keberlanjutan pengelolaan lahan wakaf. Ke depan, WPC berencana melanjutkan pengembangan lahan, memperkuat kapasitas komunitas penerima manfaat, serta menjalin lebih banyak kemitraan strategis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *