Bukittinggi, Senin 30 Maret 2026. Sebuah pertemuan Penting dari salah satu tokoh Perantau Minang H. Zulhernis yang telah 58 tahun berjibaku di jakarta dengan usaha Kripik Sanjai Jam Gadang Cianjur, dengan Ketua WPC Fauzan Azim S.HI, ME dan Anggota Pembina Yuridarsan, S.Ag, MH dalam pertemuan yang penuh dengan kekeluargaan itu, beliau membahas tentang apa saja syarat pengurusan surat sertifikasi wakaf yang telah lama ingin beliau urus.

Dari perbincangan itu selain meminta bantuan untuk pengurusan surat sertifikat wakaf terjetus sebuah gagasan penting bersama beliau terhadap kemajuan kampung halaman yang telah lama beliau tinggalkan, tidak hanya sukses diperantauan, kepedulian beliau terhadap tanah kelahiran tetap menyala, salah satunya melalui pendirian sebuah Surau yang kini tengah ingin beliau urus dan proses pengajuan surat-surat untuk sertifikat wakaf agar manfaatnya abadi secara hukum dan syariat.
Diskusi ini semakin kaya dengan kehadiran Bapak Rusdiyanto, sosok yang sangat memahami akar rumput dan kewilayahan sebagai mantan Lurah Bukit Apit Puhun dan Pakan Kurai. Beliau juga alumni SMAN 1 Landbouw Bukittinggi yang aktif dalam organisasi almamaternya, yang terkenal dengan kegiatan sosial, mendirikan dan merenovasi masjid/Mushalla, distribusi wakaf Al-Qur’an untuk Pondok Al-Qur’an, Distribusi bantuan hewan kurban dan bantuan-bantuan bencana dan kemanusiaan.
Alumni SMAN 1 Landbouw Bukittinggi juga dikenal banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat dan sukses dalam berbagai bidang dan skala termasuk Gubernur Sumatera Barat saat ini, Buya Mahyeldi Ansharullah. Disamping Pengalaman beliau menjadi jembatan penting dalam menyelaraskan niat baik dengan prosedur administrasi yang tepat juga beliau bisa menjadi jembatan kolaborasi gerakan kebaikan antara WPC dengan alumni SMAN 1 landbouw yang dikenal dengan IASMA 1 Landbouw Bukittinggi dalam bidang sosial, pendidikan keagamaan dan perwakafan ke depannya, tentu untuk kemaslahatan umat dan kemajuan masyarakat Sumatera Barat ke depannya.
Penyerahan berkas-berkas ini merupakan bentuk kepercayaan beliau selaku Wakif kepada WPC untuk meminta bantuan mengawal proses legalitas hingga terbitnya Sertifikat Tanah Wakaf dari Kantor Pertanahan. Langkah ini diambil guna menjamin kepastian hukum aset wakaf, menghindari sengketa di masa depan, serta membuka peluang pengembangan aset secara produktif demi kemaslahatan jemaah dan masyarakat luas.
